Minggu, 22 Desember 2013

IMAN KEPADA MALAIKAT / X GENAP

A.   Pengertian Iman kepada Malaikat
Kata malaikat merupakan jamak dari kata malak yang bermakna risalah, misi atau utusan. Jadi malaikat mempunyai arti sama dengan rasul, yaitu utusan Allah. Sedangkan menurut istilah adalah makhluk Allah yang ghoib, dibuat dari cahaya yang bertugas atau misi tertentu oleh Allah swt serta taat dan patuh melaksanakan tugas dan misi-Nya. Firman Allah QS.Al-A’rof :206 :
Sesungguhnya malaikat-malaikat yang ada di sisi Tuhanmu tidaklah merasa enggan menyembah Allah dan mereka mentasbihkan-Nya dan hanya kepada-Nya-lah mereka bersujud”
Mengapa kita diperintah Allah untuk beriman kepada malaikat ? Sebab Allah telah menciptakan para malaikat yang ditugaskan terkait kehidupan manusia baik di dunia maupun di akhirat, yang hal ini harus diketahui oleh manusia.
Adapun yang dimaksud dengan iman kepada malaikat adalah meyakini keberadaan para malaikat sebagai hamba Allah yang selalu tunduk dan beribadah kepada-Nya. Banyak sekali dalil yang menerangkan kewajiban untuk beriman kepada malaikat. Di antaranya adalah firman Allah swt QS.Al-Baqoroh/2: 177 :
“Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi Sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari Kemudian, malaikat-malaikat, . . . .
Beriman kepada malaikat berarti percaya dan yakin bahwa Allah swt telah menciptakan malaikat yang diberi tugas khusus oleh-Nya. Berikut ini adalah tugas-tugas mereka :
1.    Jibril as, bertugas menyampaikan wahyu kepada para rosul Allah, sebagaimana firman-Nya:
2(97). Katakanlah: "Barang siapa yang menjadi musuh Jibril, Maka Jibril itu telah menurunkannya (Al Quran) ke dalam hatimu dengan seizin Allah; membenarkan apa (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang yang beriman.
(Lihat Qs. 53 an-Najm : 6) dan digelari juga sebagai Ruh Suci (Lihat Qs. 16 an-Nahl : 102)
2.   Mika’il as, bertugas membagi-membagikan rizqi, sebagaimana firman Allah swt :
98. barang siapa yang menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril dan Mikail, Maka Sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang kafir.
3.   Isrofil as, bertugas meniup sangkakala, firman Allah swt :
“dan ditiuplah sangkakala, Maka tiba-tiba mereka keluar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka.” QS.Yasin : 51
4.   Izroil as,bertugas mencabut nyawa, perhatikan firman Allah swt QS.An-Nazi’at:1-2,berikut ini:
1. demi (malaikat-malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan keras,
2. dan (malaikat-malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan lemah-lembut,
5.    Roqib dan ‘Atid as (kiroman katibin), bertugas mencatat amal perbuatan manusia, firman Allah : QS.Qoof / 50:17-18
17. (yaitu) ketika dua orang Malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri.
18. tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya Malaikat Pengawas yang selalu hadir.
6.   Munkar dan Nakir as, bertugas memberikan pertanyaan maupun siksaan dalam kubur, sebagaimana sabda Rosulullah saw :
عن أنس بن مالك قال النبيُ صلى اللهُ عليه و سلم يدْخلُ منكرٌ و نكيْرٌ على الميّت فى قبره فيقعدانه (رواه الدّسلمى )
            Dari Anas bin Malik, Nabi saw bersabda,” Munkar dan Nakir masuk menemui orang mati di dalam kuburnya, keduanya akan duduk di dekat (kepala) nya”.
7.      Malik as, bertugas untuk Penjaga Neraka., QS.Az-Zukhruf /43 :77 :
“mereka berseru: "Hai Malik[1365] Biarlah Tuhanmu membunuh Kami saja". Dia menjawab: "Kamu akan tetap tinggal (di neraka ini)".
8.      Ridwan as, bertugas untuk urusan surga dan kenikmatannya, QS.Az-Zumar/39 : 73 :
“dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan dibawa ke dalam syurga berombong-rombongan (pula). sehingga apabila mereka sampai ke syurga itu sedang pintu-pintunya telah terbuka dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: "Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu. Berbahagialah kamu! Maka masukilah syurga ini, sedang kamu kekal di dalamnya".
9.      Al-Mu’aqqibat as (Malaikat Hafazhah), bertugas menjaga keberadaan manusia, firman Allah swt :
13(11). bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah[767].
[767] Bagi tiap-tiap manusia ada beberapa Malaikat yang tetap menjaganya secara bergiliran dan ada pula beberapa Malaikat yang mencatat amalan-amalannya. dan yang dikehendaki dalam ayat ini ialah Malaikat yang menjaga secara bergiliran itu, disebut Malaikat Hafazhah.
10. Para Malaikat yang bertugas memikul ‘Arsy Allah, firman Allah swt QS. Al-Haqqoh / 69 : 17:
        69(17).“dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. dan pada hari itu delapan orang Malaikat menjunjung 'Arsy Tuhanmu di atas (kepala) mereka”.
B.  Kedudukan Manusia dan Malaikat
1.   Kedudukan manusia dalam beriman kepada Malaikat
 Beriman atau percaya kepada malaikat sangat berbeda dengan beriman kepada Allah swt. Apabila beriman kepada Allah harus dimanifestasikan dalam bentuk pengabdian / peribadatan kepada-Nya, maka beriman kepada malaikat tidaklah demikian. Implementasi beriman kepada malaikat hanya sebatas meyakini bahwa Allah menciptakan makhluk-Nya yang terbuat dari cahaya dan diberi tugas khusus untuk berhubungan dengan manusia. Beriman kepada malaikat tidak dimanifestasikan dalam bentuk beribadah kepadanya, karena malaikat dan manusia sama-sama makhluk Allah swt.
Beriman kepada malaikat juga meyakini bahwa para malaikat memegang tugas tertentu yang diberikan oleh Allah swt. Tugas-tugas yang diberikan Allah kepadanya selalu dilaksanakan dengan baik. Malaikat juga dapat menjilma dalam bentuk yang dikehendakinya. Ia adalah makhluk halus (yang tidak bermateri) yang dapat mengubah dirinya. Maka manusia tidak bisa melihat malaikat, sedangkan malaikat dapat melihat manusia.
Malaikat berkedudukan sebagai perantara antara Allah dan manusia. Allah memberikan tugas-Nya kepada para malaikat dalam hubungannya dengan manusia. Hal ini bukan berarti Allah tidak kuasa melakukannya sendiri, tetapi justru sebaliknya. Sebab tidak mungkin manusia dapat berhubungan dengan Allah secara langsung. Karenanya Dia memberikan tugas kepada para malaikat.
2.      Perbedaan manusia dengan malaikat
            Ada beberapa perbedaan antara manusia dengan malaikat, antara lain sebagai berikut :
a.       Dari asal kejadian, manusia berasal dari tanah, malaikat berasal dari cahaya.
b.      Dari jenis kelamin, manusia terdiri dari laki-laki dan perempuan, sedang malaikat bukan laki-laki dan bukan pula perempuan.
c.       Sifat dan tabiat, manusia ada yang taat dan ada yang durhaka kepada Allah,ada yang kafir dan ada yang mukmin, terkadang berbuat baik dan terkadang berbuat jahat. Malaikat seluruhnya taat kepada Allah dan tidak pernah ma’siat kepada-Nya .
d.      Proses penciptaan, manusia hidupnya berproses, yaitu lahir, berkembang, dan mati. Sedangkan malaikat langsung diciptakan oleh Allah tidak melalui proses seperti manusia.
e.       Kebutuhan hidup, manusia membutuhkan makanan, minuman, berpasang-pasangan ( menikah), tidur dan lain-lain. Malaikat tidak makan, tidak minum, tidak menikah, tidak pernah tidur dan lain-lain.
f.       Balasan amal, manusia seluruh amalnya yang baik maupun yang buruk dicacat oleh Allah melalui malaikat dan akan dibalas di alam akhirat nanti. Amalperbuatan malaikat tidak dicatat dan tidak akan diberi balasan oleh Allah diakhirat kelak.

C.  Tanda-tanda dan contoh Internalisasi sikap beriman kepada Malaikat
      Di anatara tanda- tanda seorang yang beriman kepada malaikat dan contoh aplikasi dari keimanan tersebut dalam perilaku keseharian adalah :
1.    Memiliki sikap lebih mengagungkan Allah swt yang telah menciptakan dan menugaskan para malaikat sebagai makhluk yang senantiasa beribadah kapada-Nya. Dengan demikian, ungkapan rasa puji dan syukurnya kepada Allah bisa semakin meningkat.
2.   Semakin terdorong melakukan perbuatan-perbuatan positif dan selalu bersemangat untuk mencegah perbuatan-perbuatan mungkar. Di samping itu dia juga akan waspada dan selalu mawas diri agar tidak terjerumus ke dalam perbuatan-perbuatan yang tidak diridloi Allah
3.      Merasa aman dan tenteram hatinya serta optimis dalam hidupnya. Karena ia yakin ada malaikat yang mau menolong dan membantunya ketika dia senantiasa berbuat sholeh. Karena memang malaikat adalah sahabat para hamba Allah yang sholeh.
4.      Lebih bersyukur kepada Allah swt atas perhatian dan perlindungan-Nya yang telah menugaskan para malaikat untuk menjaga, membantu dan mendoakan hamba-Nya.
5.  lebih menyadarkan keterbatasan manusia mengenai pengetahuan yang bersifat immateri maupun pengetahuan yang bersifat metafisika. Dengan demikian, seseorang tidak akan merasa sombong dengan pengetahuan yang telah dia raih selama ini. Karena masih banyak hal yang tidak mampu dikuasai, termasuk pengetahuan tentang makhluk Allah yang bersifat immateri.
--------ooo000O000ooo--------

Tidak ada komentar:

Posting Komentar