Minggu, 22 Desember 2013

Islam dan Lingkungan Hidup / XI Genap

A. Islam Memerintahkan Konservasi Alam
Firman Allah QS.Ar-Rum/30:41-42 :


41. telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). 42. Katakanlah: "Adakanlah perjalanan di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang terdahulu. kebanyakan dari mereka itu adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah)."

Ayat diatas menganjurkan kepada umat muslim untuk menjaga dan memelihara kelestarian lingkungan hidup.Tapi pada kenyataanya di Negara kita ketidak pedulian anak bangsa terhadap sumber daya alam mengakibatkan negeri ini harus menanggung kerusakan lingkungan yang sudah mencapai titik yang sangat memprihatinkan. Penggundulan hutan terjadi hampir diseluruh Indonesia, pemburuan hewan langka terus dilakukan oleh orang-orang yang hanya mengejar keuntungan material.
     
Sudah saatnya seluruh komponen bangsa ini kembali merenung bahwa lingkungan hidup sebagai sumber daya alam karunia Allah mempunyai daya lestari terbatas. Apabila dieksploitasi atau penggunaannya di bawah batas daya lestari, maka sumber daya alam akan mengalami kerusakan dan fungsinya sebagai faktor produksi dan konsumsi akan mengalami gangguan, bahkan menimbulkan malapetaka bagi kehidupan manusia. Oleh karena itu, pelestarian lingkungan hidup pada hakikatnya merupakan pendayagunaan sumber daya alam agar lebih bermanfaat bagi kehidupan manusia tanpa menimbulkan kerusakan. Itu artinya, manusia mempunyai kewajiban dan tanggung jawab untuk memelihara dan memakmurkan alam sekitarnya.

Semaklah hadits berikut ini
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرٍو رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ قَالَ: مَنْ قَتَـلَ عُصْْفُوْرًا بِغَيْرِ حَقِّهِ سَاَلَهُ اللهُ يَوْمَ القَيَامَةِ عَنْهُ، قِيلَ وَمَا حَقَّهُ قَالَ : يَذْبَحُهُ فَيَأْكُلُهُ وَلَا يَقْطَعُ رَاْسَهُ فَيَرْمِى (رواه البيهقى)
Dari Abdillah bin Amr ra, dari Nabi saw, beliau bersabda, “Barang siapa membunuh burung pipit tanpa ada kepentingan yang jelas, maka akan diminta pertanggungjawabannya oleh Allah di hari qiyamat nanti,” Nabi ditanya,”Wahai Rosulullah, apa yang termasuk dalam kepentingan?” Rosulullah saw menjawab,”Apabila burung itu disembelih untuk dimakan, dan tidak memotong kepalanya untuk kemudian dilempar begitu saja.” ( HR.Al-Baihaqi )

B. Islam Mengutuk Perusakan Lingkungan
Dalam firman Allah QS.Al-A’rof/7:56-58, disebutkan :
  
56. dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (bila tidak diterima) dan harapan (untuk dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah Amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik. 57. dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu, Maka Kami keluarkan dengan sebab hujan itu berbagai macam buah-buahan, seperti Itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, Mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran. 58. dan tanah yang baik, tanaman-tanamannya tumbuh subur dengan seizin Allah; dan tanah yang tidak subur, tanaman-tanamannya hanya tumbuh merana. Demikianlah Kami mengulangi tanda-tanda kebesaran (Kami) bagi orang-orang yang bersyukur.

Dari ayat diatas kita dapat mengambil kesimpulan agar kita sebagai umat muslim senantiasa berusaha menjaga dan memelihara kelestarian alam, sehingga alam bisa berjalan secara harmonis. Dengan demikian lingkungan akan memberi manfaat kepada kita dan dapat kita wariskan kepada generasi mendatang, tetapi sebaliknya apabila kita merusak atau melalaikannya akan mendatangkan bencana.

C. Ancaman Bagi Perusak Lingkungan.
Dalam firman Allah QS.Shod/38 : 27 , disebutkan :


27. dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya tanpa hikmah. yang demikian itu adalah anggapan orang-orang kafir, Maka celakalah orang-orang kafir itu karena mereka akan masuk neraka.

Sekali saja manusia mengabaikan hak alam atau diperlakukan secara zalim oleh manusia dengan cara menciptakan kerusakan, maka alam pun akan melakukan perlawanan kepada manusia. Perlawanannya bisa berupa banjir, longsor, badai, atau krisis ekologi yang berdampak sangat mengerikan bagi umat manusia. Bukan hanya sekarang dampak yang dirasakan, tapi bisa menimpa anak cucu kita, generasi mendatang yang tidak berdosa. Hanya manusia arif saja yang mampu menangkap keinginan alam yang juga berharap untuk diperlakukan dengan baik. Karena perusakan lingkungan termasuk tindakan kufur nikmat, maka tidak ada alas an bagi umat manusia arif untuk melakukan pembangkangan kepada Tuhan dengan cara merusak alam yang sebenarnya menjadi sumber rahmat.

Semaklah hadits berikut ini :
عَنْ جَابِرٍ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِن مُسْلِمٍ يَغْرِسُ غَرَسًا إلا كانَ مَا أكَلَ مِنْهُ لَهُ صَدَقةٌ وَمَا سُرِقَ مِنَهُ لَهُ صَدَقَةٌ (رواه مسلم)
Dari Jabir ra Dia berkata,’Berkata Rosulullah saw,” Tidak ada seorang muslim pun yang menanam tanaman, melainkan hasil tanaman yang dimakan akan menjadi sedekah baginya, dan hasil tanaman yang dicuri akan menjadi sedekahnya pula.” (HR.Muslim)

Tugas Diskusi :
Apa yang terjadi bila hutan gundul ?

“Bila manusia hendak berbuat tidak baik, pasti akan dilarang oleh suara hati nuraninya, karena Tuhan tidak menghendakinya”

Niat Wudlu :                                                         نَوَيْتُ الْوُضُوْءَ لِرَفْعِ الْحَدَثَ الْأَصْغَرِ فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى
ٍSaya berniat wudlu untuk mengangkat(menghilangkan) hadats kesil fardlu karena Allah taala

Niat Tayamum :                                                             نَوَيْتُ التَّيَمُمَ لِاسْتِبَاحَةِ الصَّلَاةِ فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى
Saya berniat tayamum untuk dibolehkan sholat fardlu karena Allah taala

Niat Mandi Besar:
 نَوَيْتَ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثَ الْأَكْبَرِمِنَ الْْجَنَابَةِ / الحَيْضِ / الْوِلَادَةِ عَنْ جَمِيْعِ الْبَدَنِ فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالىَ
                    

1 komentar: