Jumat, 28 Februari 2014

Dosa Besar Kelas XI Ganjil SMK


A. Pendahuluan
            Manusia adalah makhluk ciptaan Allah swt yang paling sempurna dibandingkandengan makhluk yang lain, manusia diciptakan dalam bentuk yang baik dan dilengkapi dengan panca indra, akal pikiran serta perasaan yang sangat luar biasa. Namun demikian manusia juga memiliki hawa nafsu, yang terkadang tidak terkendali.Al-insanu mahalul khotho’ wa nis-yan ( Manusia adalah tempat salah dan lupa ). Ini merupakan ujian untuk manusia semampu apakah mereka dalam mengendalikan hawa nafsu, sebagai indikator derajat kemuliaan mereka disisi Allah dan berhak mendapatkan balasan di akhirat nanti.
            Ketika manusia terperangkap hawa nafsu dan kemaksiatan, bisa jadi karena terseret keadaan atau tergoda bujuk rayu setan, maka Allah sangat berharap untuk secepatnya kembali menuju jalan keselamatan yang diridloi-Nya dengan cara bertaubat dengan taubatan nashuha. Dengan demikian kesalahan manusia akan terampuni oleh Allah.
            Ketahuilah bahwasanya Allah adalah Maha Pengampun (Al-Ghafur), Maha Pemaaf (Al-Afuwwu) dan Maha Penerima Taubat (At-Tawwabu), sehingga sebesar apapun suatu dosa dan kesalahan, baik disengaja maupun tidak, ketika bersungguh-sungguh dalam memohon ampun kepada Allah, maka Allah berkenan mengampuni dosa tersebut.

B. Taubat
            Taubat artinya kembali, maksudnya kembali kepada jalan yang benar / lirus, yaitu jalan yang diridloi Allah swt, dengan tujuan ingin membebaskan diri dari kesalahan (dosa) yang telah dilakukannya.
Bertaubat itu meliputi :
  1. Menyadari kesalahannya / dosa.
Terkadang seseorang melakukan suatu perbuatan dosa yang tidak disadarinya karena dangkalnya pengetahuan agama, untuk itu mengetahui mana perbuatan dosa dan mana yang dibolehkan menurut kriteria agama Islam adalah wajib hukumnya.
  1. Mempunyai rasa menyesal.
Suatu dosa ketika dilakukan, akan terulang dan terulang bila tidak ada rasa penyesalan didalam hati, malah ketika sudah menjadi hobi akan mencari dalil untuk membenarkan perbuatan dosanya.
3.      Tidak mengulangi lagi.
Yahya bin Mua’dz mengatakan,” Tergelincir satu kali setelah taubat lebih buruk daripada istighfar tujuh puluh kali sebelumnya”.
4.      Bila bersangkutan dengan orang lain, meminta memaafkan. Bila terkait dengan benda, segera mengembalikannya atau meminta halalnya.
5.      Segera mengikuti dengan perbuatan yang baik
 
QS.Hud : 114. “Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.”
6.      Banyak membaca istighfar.
                  Rosulullah saw beristighfar dalam sehari 70 kali dengan sabdanya :
إنه لَيُغانُ على قلبى ، فأسْـتغْفِرُ اللهَ فى اليوم سِبْعِـيْنَ مَرَّةً  رواه مسـلم
“ Sesungguhnya Dia menutupi hatiku, maka saya memohon ampun kepada Allah sehari tujuh puluh kali” HR.Muslim.
7.      Merahasiakan  perbuatan dosa yang dilakukan dari pengetahuan orang lain.

Dasar-dasar bertaubat :
a.       QS.At-Tahrim / 66 : 8
Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang mukmin yang bersama dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: "Ya Rabb Kami, sempurnakanlah bagi Kami cahaya Kami dan ampunilah kami; Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu."

b.      QS. An-Nur / 24 : 31
  
“ dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.”

c.       QS.Al-Baqoroh / 2 : 222
  
“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri”.

d.      Sabda Rosulullah saw :
التا ئِبُ مِنَ الذنبِ كَمَنْ لا ذنْبَ لَهُ ، وَ إذا أحبّ الله عَبْدًا لَمْ يضرّه ذنبٌ  ( رواه ابن مسعود )

e.       Sabda Rosulullah saw :
توبى لمن شَـغَـلَـهُ عَـيْـبَـهُ عَـنْ عُـيُـوبِ الـنـَا سِ ( رواه البزار عن أنس )
“ Sesungguh berbahagia orang-orang yang sibuk meneliti kekurangan / cacat / dosa sendiri, dan tidak meneliti kekurangan orang lain”.
         
          Dan perlu diketahui bahwa kesempatan untuk bertaubat seseorang adalah sebelum nafas sampai di kerongkongan ketika sakarotul maut ( menjelang kematian ). Dan taubat sudah tidak diterima lagi ketika matahari terbit dari arah barat.

Hikmah Taubat :
      1.  Kembali kejalan yang lurus
      2.  Terlepas dari kedholiman menuju ke hidayah Allah
      3.   Lari dari murka dan siksa Allah menuju ke ridlo dan surga-Nya
      4.   Hijrah dari kebencian masyarakat menuju kecintaan dan kasih sayang masyarakat.

C.  Roja’((رجاء dalam pembahasan ini bukan Roja  (رجاع)  artinya kembali
                  Roja’(رجاء) artinya harapan, ,maksudnya harapan yang selalu dipanjatkan oleh seorang hamba kepada Allah swt. Yang meliputi harapan agar amal ibadahnya diterima, harapan agar terhindar dari perbuatan yang dimurkai Allah dan harapan agar selalu dalam kasih sayang-Nya, dalam bimbingan-Nya, dalam perlindungan-Nya, dalam curahan rohmat-Nya dan dalam ridlo-Nya.
            Sikap roja’ kepada Allah akan mendatangkan ketenangan dan optimis dalam hidup,. Mengapa demikian ? Karena Allah adalah pemilik segala-galanya. Dia Mahatahu apa yang terbaik bagi kita. Semua tindakan-Nya teramat tepat, tidak mungkin salah. Dialah Allah yang Maha Kuasa, sedang kekuasaan yang datang selain dari Allah adalah semu belaka. Karena itu adalah salah bila kita menggantungkan harapan kepada diri sendiri atau kepada makhluk lain. Hanya kepada Allahlah tempat bergantung segala sesuatu   ( ألله الصـمـد ).
           
            Namun demikian, hendaknya seorang muslim tidak hanya mengembangkan sikap roja’,tetapi perlu didampingi dengan rasa khouf ( takut ) kepada Allah, yaitu takut akan murka Allah, takut akan azab Allah dan takut terputusnya rohmat Allah, takut do’anya ditolak, takut amal ibadahnya tidak diterima Allah. Karena dengan khouf ini akan timbul sikap intruspeksi pada diri sendiri, sikap hati-hati dan tidak gegabah, dan tak putus-putusnya mendekatkan diri dan bermohon kepada Allah. Allah berfirman dalam QS. Al-A”rof / 7 : 56
  
 “dan Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah Amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.”

            Sikap roja’ dan Khouf ini hendaknya hanya ditujukan kepada Allah semata. Seorang hamba tidak diperbolehkan berharap dan takut kepada selain Allah (makhluk). Karena makhluk tidak dapat memberi manfaat atau mencelakakan diri tanpa izin Allah swt. Ketika kita dekat pada Allah, selalu ingat (dzikir) kepada Allah, menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, tentu kita akan selalu dalam lindungan-Nya. Dengan demikian, ketenangan dan ketrentraman hidup akan terwujud.
  
QS.Ar-Ro’d / 13 : 28. (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.

            Seorang muslim hendaklah menempatkan rasa roja’ dan khouf secara seimbang dan proposional. Bila terlalu besar rasa roja’, dengan mengabaikan rasa khouf, maka seseorang akan cenderung menyepelekan amal baik dia akan cenderung kurang memperhatikan aturan sehingga ibadahnya terkesan asal-asalan., bahkan dirinya akan terkecoh dengan apa yang telah dia perbuat. Sebaliknya, bila terlalu khouf, dengan mengabaikan roja’, seseorang akan cenderung mudah putus asa dan kehilangan rasa optimisme, dan selalu ragu-ragu dalam semua tindakannya.
            Rasa takut (khouf) yang berlebihan akan menimbulkan kemudlorotan. Begitu pula rasa roja’ yang berlebihan, terlalu percaya diri, Yang terbaik adalah memelihara keseimbangan antara roja’ dan khouf.

            Adapun kebalikan dari roja’ adalah putus asa. Allah sangat melarang hambanya berputus asa dari rohmat-Nya, dengan firman-Nya :
1.  QS.Yusuf : 87
Ÿ
“dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir".

2.   QS. Al-Hijr : 56
  
“ Ibrahim berkata: "tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Tuhan-nya, kecuali orang-orang yang sesat".

3.      QS.Az-Zumar : 53
     
Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa[1314] semuanya. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Hikmah Roja’ :
1.      Terlepas dari keputus asaan
2.      Optimis dan tenang dalam kehidupan
3.      Jauh dari perbuatan syirik
4.      Selalu mendekatkan diri pada Allah
-----ooo000ooo----
Tugas :
              1. Tugas Individu
                  - Tulislah sebuah cerita tentang  kisah orang yang bertaubat dari dosa besar
              2. Tugas Kelompok
                  - Diskusikan dan simpulkan, “Apa saja penyebab seseorang sering jatuh dalam dosa besar ?”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar