Jumat, 28 Februari 2014

Iman Kepada Allah Kelas X Ganjil SMK


A. Pengertian Iman Kepada Allah
Iman menurut bahasa adalah percaya, sedang menurut istilah yaitu: membenarkan dalam hati, mengucapkan dengan lisan dan melaksanakan dengan perbuatan, baik perbuatan hati maupun perbuatan dengan organ tubuh. Iman kepada Allah swt., adalah mempercayai, meyakini, dan membenarkan dengan sepenuh hati akan adanya Allah swt, sebagai pencipta alam semesta yang berkuasa atas segala sesuatu. Beriman kepada Allah itu hukumnya wajib, karena termasuk dalam rukun iman.

B. Sifat-sifat Allah swt
Untuk menanamkan keimanan kepada Allah swt, kita perlu mengetahui sifat-sifat-Nya. Sifat-sufat Allah sendiri terdiri dari :
  1. Sifat wajib, yaitu sifat yang harus melekat pada Dzat Allah,
  2. Sifat-sifat mustahil, yaitu sifat sifat yang mustahil atau yang tidak mungkin melekat pada Dzat Allah dan,
  3. Sifat Jaiz, yaitu Mungkin dalam ilmu Allah swt berarti tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah swt apabila Dia berkehendak dengan atau tanpa sebab sesuai hukum syariat atau diterima atau tidak oleh akal seperti Allah swt menciptakan manusia berkepala tujuh atau ular berkaki sembilan atau memasukkan orang kafir kedalam surga. Semua mungkin saja terjadi karena Allah swt adalah Zat Yang Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu. Adapun sifat-sifat yang wajib bagi Allah sebagi berikut :
1.      Wujud (وُجُوْدٌ)
Wujud artinya ada, itu artinya mustahil Allah swt tidak ada (‘adam). Adanya Allah dapat dibuktikan dengan akal, yaitu dengan menyelidiki kejadian atau keberadaan manusia dan alam semesta yang mustahil bila tidak ada yang membuatnya.
   
 “dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dengan benar. dan benarlah perkataan-Nya di waktu Dia mengatakan: "Jadilah, lalu terjadilah", dan di tangan-Nyalah segala kekuasaan di waktu sangkakala ditiup. Dia mengetahui yang ghaib dan yang nampak. dan Dialah yang Maha Bijaksana lagi Maha mengetahui.( Q.S. Al-an’am/6: 73)

Pancaindra kita masing-masing mempunyai batasan obyek. Allah tidak bagian dari obyek pancaindra. Tetapi indra keenam kita, yaitu perasaan kita bisa merasakan adanya Allah.

2.      Qidam (قِدَمٌ)
            Qidam artimya dahulu, lawannya huduts artinya baru atau tidak ada sesuatu yang mendahuluinya. Qidam mengandung pengertian yang paling pertama, dan Yang Maha Awal. Sesuai dengan firman-Nya, yaitu:
  
“Dialah yang Awal dan yang akhir yang Zhahir dan yang Bathin[1452]; dan Dia Maha mengetahui segala sesuatu. ( Q.S. Al-Hadid/ 57:3)

[1452] Yang dimaksud dengan: yang Awal ialah, yang telah ada sebelum segala sesuatu ada, yang akhir ialah yang tetap ada setelah segala sesuatu musnah, yang Zhahir ialah, yang nyata adanya karena banyak bukti- buktinya dan yang Bathin ialah yang tak dapat digambarkan hikmat zat-Nya oleh akal.

Sifat qidam Allah tidak terkait dengan waktu. Waktu adalah makhluk-Nya. Sedang Allah tidak bergantung dengan makhluk-Nya.
3.      Baqa’ (بَقَـاءٌ)
Baqa’ artinya kekal, mustahil bagi-Nya fana’ (binasa). Yang berarti bahwa Allah ada untuk selama-lamanya.Dan wujud Allah tidak akan pernah rusak, binasa atau berakhir. Firman Allah swt:
 
“Semua yang ada di bumi itu akan binasa. dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan. (Q.S. Ar-Rahman/ 55: 26-27 )

Binasanya suatu benda karena adanya sifat ketergantungan pada yang lain. Sedang Allah tidak tergantung pada yang lain sehingga bersifat baqo’.

4.      Mukhalafatu lil hawadits (مُخَا لَفَةٌ لِلْحَوَادِثِ)
Mukhalafatu lil hawadits artinya berbeda dengan yang baru atau berbeda dengan semua makhluk, mustahilnya Mumatsalatuhu lil hawaditsi ( serupa dengan makhluq)
  
“(Dia) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan- pasangan (pula), dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha mendengar dan melihat.(Q.S.Asy-Syuura/42:11).

Gambaran yang kita miliki adalah hasil tangkapan pancaindra. Sedang Allah tidak bagian dari obyek pancaindra. Sehingga mustahil kita dapat membayangkan gambaran Allah.

5.   Qiyamuhu bi nafsih( قِيَامُهُ بِنَفْسِهِ )
Qiyamuhu bi nafsih artinya berdiri sendiri yakni Allah tidak mempunyai ketergantungan kepada apapun atau siapapun. Mustahilnya ihtiyaju bighoirihi ( membutuhkan yang lain ).

“Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur..( Q.S.Al-Baqarah/2:255).
  
 Allah tidak butuh tempat, waktu, ataupun bantuan yang lain. Sebab semua adalah milik-Nya.

6.   Wahdaniyah  (وَحْدَانِيَّةٌ ) 
Wahdaniyah artinya Maha Esa, Allah Maha Esa baik dzat maupun perbuatannya , Esa dzatnya artinya bahwa Allah tidak terdiri dari beberapa bagian dan Esa perbuatannya artinya bahwa perbuatan Allah atas kehendaknya dan tidak dibantu oleh orang lain. Mustahilnya ‘Adadun ( berbilang )
    
1. “Katakanlah: "Dia-lah Allah, yang Maha Esa.
2. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.
3. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan,
4. dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia."(Q.S.Al-Ikhlash/112:1-4).

7.   Qudrah (قُدْرَةٌ )
Qudrah artinya maha kuasa, mustahil bagi Allah bersifat ajzun ( lemah dan tidak kuasa ).
    
“ Katakanlah: "Wahai Tuhan yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.(Q.S.Ali ‘mran/3:26).
Ketahuilah , bahwasanya kita ada  dalam kekuasaan-Nya, jangan sombong, adi gang adi gung adi guno sopo siro sopo ingsun.
8.   Iradah ( اِرَادَةٌ )
Iradah artinya berkehendak artinya mustahil bagi Allah bersifat Karohah (terpaksa), Allah menentukan segala sesuatu atas kehendaknya.
  
“ Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: "Jadilah!" Maka terjadilah ia”.(Q.S.Yasin/ 36:82).
    (QS.Al-Ma’arij:16)    Maha Kuasa berbuat apa yang dikehendaki-Nya”.
Apapun dan siapapun ada dalam kehendak-Nya.

9.   Ilmu (عِـلْمٌ )   
Ilmu artinya maha mengetahui, Allah mengetahui apapun yang dilakukan makhluknya. Dan Mustahil Allah bersifat jahlun ( bodoh )
    
“Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)" (Q.S.Al-An’am/6:59)
Allah mengetahui segala sesuatu, yang telah terjadi, yang sedang terjadi dan yang akan terjadi.
      10. Hayah  ( حَيَاةٌ )
Hayah artinya hidup, mustahil bagi Allah mautun (mengalami kematian).
 
“Dan bertawakkallah kepada Allah yang hidup (kekal) yang tidak mati, dan bertasbihlah dengan memuji-Nya. dan cukuplah Dia Maha mengetahui dosa-dosa hamba-hamba-Nya.(Q.S.Al-Furqan/25:58).
Apa yang terjadi bila Allah wafat ?

      11. Sama’  ( سَمْعٌ)
Sama’ artinya maha mendengar, mustahil bagi Allah bersifat shomamun ( tuli ) bahkan bisikan hati manusia tidak luput dari pendengaranNya.
 
“Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): "Ya Tuhan Kami terimalah daripada Kami (amalan kami), Sesungguhnya Engkaulah yang Maha mendengar lagi Maha Mengetahui".(Q.S.Al-Baqarah/2:127).

12. Bashar بَصَرٌ)   )
Bashar artinya maha melihat , mustahil Allah bersifat ‘Amma ( buta ).
 
“ Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ghaib di langit dan bumi. dan Allah Maha melihat apa yang kamu kerjakan.(Q.S. Al-Hujurat/ 49: 18).

      13. Kalam( كَلامٌ )  
Kalam artinya berfirman, mustahil bersifat bakamun ( bisu ). Cara berfirman Allah tidak dengan huruf ataupun suara tetapi dengan cara yang ditetapkanNya dan kehendakNya.
  
“Dan (kami telah mengutus) Rasul-rasul yang sungguh telah Kami kisahkan tentang mereka kepadamu dahulu, dan Rasul-rasul yang tidak Kami kisahkan tentang mereka kepadamu. dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung” Q.S. An-Nisa’ / 4: 164)

C. Asmaul Husna
            Asma’ul Husna berarti nama-nama yang baik. Dalam Al-qur’an Allah swt telah berfirman,
  
 “Hanya milik Allah asmaa-ul husna[585], Maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya[586]. nanti mereka akan mendapat Balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan”.(Q.S. Al-A’raf/ 7: 180)

[585] Maksudnya: Nama-nama yang Agung yang sesuai dengan sifat-sifat Allah.
[586] Maksudnya: janganlah dihiraukan orang-orang yang menyembah Allah dengan Nama-nama yang tidak sesuai dengan sifat-sifat dan keagungan Allah, atau dengan memakai asma-ul husna, tetapi dengan maksud menodai nama Allah atau mempergunakan asmaa-ul husna untuk Nama-nama selain Allah.
Artinya kita tidak boleh menyebut-Nya (membikin nama baru untuk-Nya) dari selain petunjuk-Nya.

Dan juga hadits nabi yang artinya:
إنّ لله تسـعا و تسعـين إسمـا فمن أحصـا ها دخـل الجـنة  # رواه البيهقى
“Sesungguhnya Allah memilki 99 nama, yaitu seratus kecuali satu. Barang siapa menghafalkannya, maka dia akan masuk surga. (H.R. Baihaqi).

      Diantara Asma’ul Husna 15 nama terkandung dalam QS. Al-Hasyr : 21-24
 
21. kalau Sekiranya Kami turunkan Al-Quran ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan ketakutannya kepada Allah. dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir.
22. Dialah Allah yang tiada Tuhan selain Dia, yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dia-lah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
23. Dialah Allah yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, yang Maha Suci, yang Maha Sejahtera, yang Mengaruniakan Keamanan, yang Maha Memelihara, yang Maha perkasa, yang Maha Kuasa, yang memiliki segala Keagungan, Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.
24. Dialah Allah yang Menciptakan, yang Mengadakan, yang membentuk Rupa, yang mempunyai asmaaul Husna. bertasbih kepadanya apa yang di langit dan bumi. dan Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”.

Adapun 10 Asma’ul Husna yang akan kita bahas dalam bab ini adalah :
      1. Al-‘Adlu  (Allah Maha Adil)
            Allah mempunyai nama Al-’Adlu, artinya Maha Adil. Keadilan Allah adalah keadilan yang hakiki tanpa adanya kelemahan. Dimasukkannya manusia ke dalam neraka adalah bertuk keadilan Allah terhadap hambanya yang menolak petunjuk-Nya.
Allah yang Maha Adil memerintahkan manusia agar senantiasa berbuat adil , dengan firman-Nya

“Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) Berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran. (QS.An-Nahl :90).
2.  Al-Ghoffar ( Allah Maha Pengampun )
Allah mempunyai nama Al-Ghoffar, dalam arti Maha Pengampun dari sebesar apapun dosa. Firman Allah :
 
“Dan Sesungguhnya aku Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat, beriman, beramal saleh, kemudian tetap di jalan yang benar”.(QS.Thoha :82)
            Allah juga mempunyai nama Al-Ghufur, dalam arti Maha Pengampun yang terus-menerus (mulazamah), tidak henti-hentinya dalam mengampuni dosa.
   Firman Allah :
“Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.QS.Zumar :53
           
Sifat Allah yang Maha Pengampun menunjukkan betapa agungnya kasih sayang Allah swt terhadap hambanya yang bertaubat dari dosa-dosa yang telah mereka perbuat, sebelum pintu taubat ditutup.

3.  Al-Hakim ( Maha Bijaksana )
                        Dalam mengatur alam semesta ini Allah terasa sangat bijaksana. Deangan kebijaksanaan Allah ini kehidupan hambanya menjadi mudah dan ringan. Misalnya ; ketika matahari beredar di atas kepala dengan sangat panasnya, Allah turunkan hujan (musim penghujan). Contoh kebijaksanaanya lagi adalah pohon beringin yang berbuah kecil sedang tumbuhan semangka berbuah besar.
  
24 /10. dan andaikata tidak ada kurnia Allah dan rahmat-Nya atas dirimu dan (andaikata) Allah bukan Penerima taubat lagi Maha Bijaksana, (niscaya kamu akan mengalami kesulitan-kesulitan).

4.  Al-Malik ( Maha Merajai )
Dialah Al-Malik, karena Dia sebagai raja atas segala sesuatu. Dia menguasai segalanya yang ada di langit dan bumi dalam arti yang hakiki. Dialah Dzat yang Maha Merajai.
 20 / 114. “Maka Maha Tinggi Allah raja yang sebenar-benarnya”,       
5.  Al-Hasib
Segala sesuatu mempunyai hitungan dan Allah yang Maha Menghitung yang menentukan hitungannya. Firman Allah :
4 /8 6”Sesungguhnya Allah memperhitungankan segala sesuatu”.
6.  Ar-Rohman (Maha Pemurah)
                     Allah Maha Pemurah kepada semua orang , baik yang patuh maupun yang durhaka.
 
21/42. Katakanlah: "Siapakah yang dapat memelihara kamu di waktu malam dan siang hari dari (azab Allah) yang Maha Pemurah?" sebenarnya mereka adalah orang-orang yang berpaling dari mengingati Tuhan mereka.

7.  Ar-Rohman (Maha Penyayang)
                  Allah menyayangi orang-orang yang dikehendaki,
  
33/24. supaya Allah memberikan Balasan kepada orang-orang yang benar itu karena kebenarannya, dan menyiksa orang munafik jika dikehendaki-Nya, atau menerima taubat mereka. Sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

8.  Al-Kholiq
               Allah adalah Al-Kholiq (pencipta), sedang selain Dia semuanya adalah makhluq (yang diciptakan).  Dalam menciptakan segala sesuatu, cukup dengan berfirman,”Kun”(Ada !), maka ada.
 
”Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dengan benar. dan benarlah perkataan-Nya di waktu Dia mengatakan: "Jadilah, lalu terjadilah", dan di tangan-Nyalah segala kekuasaan di waktu sangkakala ditiup. Dia mengetahui yang ghaib dan yang nampak. dan Dialah yang Maha Bijaksana lagi Maha mengetahui”. QS.Al-An’am : 73

9.  Al-Basyir
                     Segala sesuatu adalah dalam penglihatan-Nya, tidak ada satupun yang terlepas dari-Nya.
 
“ Sesungguhnya Dia Maha melihat segala sesuatu”. QS. Al-Mulk :19
   10. Al-Quddus.
            Allah terbebas atau jauh dari segala sifat kekurangan, kelemahan dan kebatilan. Karena Allah adalah Tuhan yang Agung (Jalal), sempurna (Kamal) dan Dzat yang indah (Jamal).
“ Senantiasa bertasbih kepada Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Raja, yang Maha Suci, yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”.(QS.Al-Jum’ah :1)

D. Perilaku Yang Mencerminkan Iman kepada Allah
Perilaku yang mencerminkan iman kepada Allah antara lain sebagai berikut :
1.      Rajin beribadah                                                4. Berakhlaq mulia
2.      Bergetar hatinya ketika disebut nama Allah.     5. Berjiwa tenang dan tentram
3.      Takut berbuat maksiat                                      6. Berserah diri kepada Allah

Asma’ul Husna
يَااَلله يَارَحْمَنُ  يَارَحِيـْمُ       يَامَلِكُ  يَاقُدُّوْسُ  يَاسَلامُ
يَامُؤْمِنُ  يَامُهَيْمِنُ  يَاعَزِيْزُ     يَاجَبَّارُ  يَامتكبّر يَاخالق
                                    يَابارئُ  يَامصوّر  يَاغَفََّارُ    يَاقهَّارُ  يَاوَهَّابُ يَارَزَّاقُ
                                    يَا فَتَّاحُ  يَاعَلِـيْمُ  يَاقَابِضُ    يَابَاسِطُ  يَاخَافِضُ يَارَافِعُ
يَامُعِزُّ   يَامُذِلِّ    يَاسَمِيـْعُ     يَابَصيْرُ يَاحَكََمُ يَاعَـدْلُ
يَالَطِيْفِ   يَاخَبِيْرُ يَاحَلِـيْمُ     يَاعَظِيْم  يَاغَفَار يَاشَكُوْرُ
                                    يَاعَلِىُّ  يَاكَبِـيْرُ  يَاحَفِيْظُ     يَامُقِيْتُ يَاحَسِيْبُ يَاجَلَيْلُ
                                    يَاكَرِيْمُ  يَارَقِيْبُ  يَامُجِيْبُ    يَاوَاسِعُ  يَاحَكِيْمُ  يَاوَدُوْدُ
يَامَجِيْدُ  يَاباعِثُ  يَاشَهِيْـدُ      يَاحَـقُّ يَاوَكِيْلُ  يَاقَوِيُّ
يَامَتِيْنُ   يَاوَلِيُّ   يَاحَمِيْدُ       يَامُحْصِى يَامُبْدِئُ يَامُعِيْدُ
                                   يَامُحْيِ  يَامُمِيْتُ  يَاحَيُّ      يَاقَيُّوْمُ  يَاوَاجِدُ يَامَاجِـدُ
                                   يَاوَاحِدُ  يَااَحَـدُ يَاصَمَدُ      يَاقَادِرُ  يَامُقْتَدِرُ  يَامُقَدِّمُ
يَامُؤَخِّرُ يَاأَوَّلُ  يَاأَخِرُ        يَاظَاهِرُ  يَابَاطِنُ يَاوَالِى
يَامُتَعَالِى يَابَرُّ  يَاتَوَّابُ       يَامُنْتَقِمُ  يَاعَفُوُّ  يَارَؤُفُ
                                   يَامَلِكَ الْمُلْكِ يَا ذَاالْجَلالِ  وَالإكْرَامِ يَامُقْسِطُ يَاجَامِعُ
                                   يَاغَنِيُّ يَامُغْنِى يَاضَـارُّ     يَانَافـِعُ  يَامَانِـعُ  يَانُوْرُ
يَاهَادِى يَابَدِيْعُ  يَابَاقِى        يَاوَارِثُ  يَارَشِيْدُ  يَاصَبُوْرُ
Doa memohon iman yang benar

أللهم اعـطنى إيْمَـانًا صَادِقًا وَ يَقِيْـنًا وَ ليْسَ بَعْـدَهُ كُـفـرٌ وَأسْألكَ رَحْمَة أنَالُ بِهَا شَرَفَ كَرَمَتِكَ فِى الدُنْـيَا وَالاخِرَة

“ Ya Allah berilah aku iman yang benar lagi yakin, dan tiada kekufuran sesudahnya. Dan aku mohon kepada-Mu rohmat yang dengannya aku memperoleh kemuliaan dari-Mu di dunia dan akhirat”.


Tugas :          
1. Tugas Individu :
    - Menghafal sifat-sifat Allah dan Asma’ul Husna.
    - Menghafal QS.Al-Hasyr :21-24

2. Tugas Kelompok :  
    - Mencari sifat-sifat Allah dan Asma’ul Husna dalam Juz Ama dengan menunjukkan surat dan ayat !

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar