Jumat, 28 Februari 2014

Menyantuni Kaum Dhu'afak Kelas XI Ganjil SMK


A. Berbagi Harta untuk Memberantas Kemiskinan
Islam adalah agama yang memiliki perhatian besar pada urusan pemberantasan kemiskinan. Islam menganggap kemiskinan sebagai salah satu ancaman terbesar bagi keimanan. Hal ini sebagaimana dalam firman Allah swt. :
QS.Al-Baqoroh / 2:268

 
268. syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjadikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia[170]. dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengatahui. [170] Balasan yang lebih baik dari apa yang dikerjakan sewaktu di dunia.

كَـادَ الفَـقْـرأنْ يَكُـوْنَ الكُـفْـرَ(الحديث) Artinya:”Kefakiran adanya dekat dengan kekafiran”
            Tdak benar apabila seorang Muslim harus menjalankan hidup di dunia ini tanpa harta. Justru Islam memerintahkan umatnya untuk menjauhkan diri dari kemiskinan. Sebagai orang Islam, jadilah orang Islam yang kaya. Namun tetap ingat terhadap kewajiban kepada Sang Pencipta. Dengan begitu, umat Islam dapat menperhatikan kesusahan dan penderitaan umat Islam yang lainnya sehingga timbul solidaritas sesama umat manusia.Allah swt berfitman :
QS. Al-Isr’/17:26-27
 









































26. dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.
27. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.

QS.An-Nisa’ : 9-10

 
9. dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan Perkataan yang benar.
10. Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka).
               
                Dari penjelasan ayat tersebut, dapat dipahami bahwa orang Islam sangat dianjurkan agar menjadi kaya. Dengan demikian, dia bisa berderma melalui harta kekayaan yang dia terima dari Allah swt kepada orang yang membutuhkan dan menyiapkan generasi mendatang dengan harta yang berkecukupan. Sebab harus diingat bahwa harta yang dimiliki manusia hanya sekedar titipan Allah semata. jika harta yang dimiliki seseorang adalah milik Allah yang dipercayakan kepadanya, maka dia wajib selalu memperhatikan perintah-perintah Allah sebagai pemilik harta, melaksanakan apa yang diinginkan-Nya., dan selalu melakukan apa yang membuat pemilik harta tersebut merasa bahagia.
            Ada beberapa aturan yang telah Allah swt tetapkan terhadap harta milik orang Islam baik yang berhubungan dengan mendapatkan, mengembangkan serta aturan-aturan yang berhubungan dengan cara menafkahkannya. Bagaimanapun juga, seorang muslim harus mendapatkan harta dengan cara yang halal sesuai dengan aturan syara’. Setelah itu, harta yang didapatkan , dibelanjakan untuk sesuatu hal yang bisa mendatangkan ridlo Allah swt seperti untuk menafkahi keluarga, membantu orang-orang yang memerlukan,infak sosial, mengeluarkan zakat,pajak dan bekal ibadah hajji. Dan menjauhi perbuatan yang dilarang-Nya seperti boros, berlebihan, foya-foya dan membelanjakan pada sesuatu yang tidak mendatangkan manfaat. Perhatikan firman Allah swt

QS.Al-Balad / 90:13-15 :  
13. (yaitu) melepaskan budak dari perbudakan,
14. atau memberi Makan pada hari kelaparan,
15. (kepada) anak yatim yang ada hubungan kerabat,

B Meringankan Beban Kaum Miskin
            Sebagai orang yang mampu Allah membebaninya dengan peduli terhadap nasib orang miskin, anak yatim, bila mengabaikan hal ini Allah mengelompokkannya ke dalam golongan orang-orang yang mendustakan agama dan orang-orang yang tidak baik. Sebagaiman firman Allah swt
QS. Al-Ma’un/107:1-7  
 
1. tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? 2. Itulah orang yang menghardik anak yatim, 3. dan tidak menganjurkan memberi Makan orang miskin. 4. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, 5. (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya, 6. orang-orang yang berbuat riya[1603], 7. dan enggan (menolong dengan) barang berguna[1604].

 [1603] Riya ialah melakukan sesuatu amal perbuatan tidak untuk mencari keridhaan Allah akan tetapi untuk mencari pujian atau kemasyhuran di masyarakat.
[1604] Sebagian mufassirin mengartikan: enggan membayar zakat.

QS.Al-Baqoroh/2:177 
  
  
§øŠ©9








Bukanlah








`tB








adalah orang

















































































177. bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi Sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari Kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. mereka Itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka Itulah orang-orang yang bertakwa..

            Dengan demikian, menjadi sangat gamblang bahwa seseorang yang secara pribadi tidak mampu memenuhi kebutuhannya, bukan karena faktor malas bekerja, maka berdasarkan keterangan ayat tersebut diatas kewajiban memenuhi kebutuhannya beralih kepada kerabat dekatnya dan kaum muslimin yang mampu secara umum. Sementara orang yang dianggap mampu dalam ajaran Islam adalah orang yang memiliki harta lebih dari kebutuhan primer (al-hajat al-asasiyah} dan kebutuhan pelengkap ( al-hajat al-kamaliyah) sesuai dengan standar masyarakat sekitarnya. Orang-orang inilah yang mendapat kewajiban untuk mengeluarkan zakat dan sedekah dari harta miliknya yang menurut Islam sebenarnya titipan Allah untuk orang-orang fakir dan miskin
            Orang-orang yang diberi anugerah harta hendaknya tidak mengeluh atas kewajiban agama yang dibebankan kepadanya. Sebab Allah dan Rosul-Nya akan memberikan sejumlah kemuliaan melalui perbuatannya itu. Hal ini sebagaimana sabda Rosulullah saw yang menyebutkan bahwa tangan di atas (orang yang memberi) itu lebih baik daripada tangan di bawah (orang yang menerima), dan Allah akan membalas kemuliaannya itu dengan kebahagiaan abadi di dalam surga .

Termasuk harta haram adalah harta yang tidak dikeluarkan zakatnya.
Orang kaya yang tidak mengeluarkan zakat termasuk orang kafir.
Orang kaya yang tidak mengeluarkan sedekah termasuk orang bakhil / pelit.

Kiat agar menjadi orang kaya yang diridloi Allah:
1.      Suka bekerja keras, ulet,
2.      Tidak mewarisi harta yang haram
3.      Hanya mencari harta yang halal,
4.      Berniat hanya untuk mencari ridlo Allah,
5.      Tidak bergaya hidup boros,
6.      Melaksanakan kewajiban agama, misalnya: sholat, puasa, zakat, hajji, dan lain-lain,
7.      Tidak bakhil, dengan suka berderma pada anak yatim, orang miskin, berinfaq
8.      Tidak melakukan 5 M (moh Limo):Medon(Zina), Main(judi), Maling(Mencuri), Madat(Narkoba), Mabok. (Minum minuman keras)
------ooo000ooo------

Sholawat agar dilapangkan rizqi
اللهم صلّ وسلّمْ وبارك على سيدنا محمّد وعلى اله بعَدَدِ اَنْوَاعِ الرِّزْقِ وَالْفُـتُوحَاتِ يَا بَاسِطَ الَّذِى يَـبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ أُبْـسُـطْ عَلَيْنَا رِزْقًا وَاسِعًا مِنْ كُـلٍّ جِهَةٍ مِنْ خَزَائِنِ غَيْبِكَ بِغَيْرِ مِنَّةِ مَخْلُوْقٍ بِمَحْضِ فَضْلِكَ وَكَرَمِكَ يَارَحْمَنْ
“Ya Allah berikanlah rohmat ta’dhim, keselamatan dan berkah atas junjungan kita Nabi Muhammad saw dan atas keluarganya dengan hitungan macam-macamnya rizqi dan pintunya, wahai Dzat yang memudahkan rizqi kepada yang dikehendaki dengan tanpa hitungan, mudahkanlah atas kami dengan rizqi yang luas dari setiap arah gedung-gedung gaib-Mu yang tidak diminati makhluk dengan murninya karunia-Mu dan kemulyaan-Mu wahai Dzat yang Maha Pengasih”.

Doa mohon kemuliaan dan kaya raya

اللَّهُمَّ إنِّى ضَعِـيْـفٌ فَقَـوِّنِى وَإِنِّى ذَلِـيْلٌ فَأَعِـزَّنِى وَاِنِّى فَقِـيْـرٌ فَأَغْنِنِى يَاَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
“Ya Allah sungguh aku lemah maka kuatkanlah, dan sungguh aku hina, maka mulyakanlah, dan sungguh aku papa, maka kayakanlah wahai Dzat yang Maha Pengasih !”

Tugas :
1.  Tugas Individu
      - Tulislah kembali QS.Al-Isro’/17:26-27 dan QS.Al-Baqoroh/2:177
      - Bacalah dengan fasih dan benar QS.Al-Isro’/17:26-27 dan QS.Al-Baqoroh/2:177
2.   Tugas Kelompok
      - Diskusikan dan simpulkan,“Apa saja yang sering mengantarkan sebuah keluarga jatuh miskin?“

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar